Showing posts with label Kacer. Show all posts
Showing posts with label Kacer. Show all posts
Kacer yang masih liar
Pernah beli kacer bakalan, bahan atau kacer yang baru ditangkap dari hutan ? Sebagai penggemar kacer mungkin hampir 90 persen pasti pernah membeli kacer bakalan. Tentunya kacer yang baru ditangkap ini akan liar sekali, kadag sampai menabrak-nabrak dinding jeruji sangkar, sehingga bagian muka di daerah paruh dekat mata akan luka-luka dan kadang-kadang tidak mau makan dan akhirnya mati, tanpa sempat mendengar kicauannya. Padahal kita berharap burung ini akan menjadi peliharaan yang menyenangkan dan rajin berkicau.. Dengan kondisi ini pasti kita akan bingung dan kadang-kadang pusing tujuh keliling memikirkan cara menjinakkannya.

Ada beberapa cara yang pernah diterapkan oleh para penggemar kacer, untuk menjinakkan, paling tidak sekedar menenangkan burung Kacer liar yang baru dibeli dari pedagang burung ini. Ada yang berhasil dan tidak sedikit yang gagal, yang berakibat kondisi burung semakin parah, karena takut si burung bisa mati, maka kadang-kadang akhirnya si burung kacer liar ini dilepaskan kembali ke alam bebas.

Mari kita coba beberapa cara di bawah ini, mudah-mudahan salah satunya bisa berhasil menenangkan si Kacer liar.

  Cara 1    
  • Tutup sekeliling sangkar burung dengan koran, dan sisakan lobang berbentuk segi empat, cukup di daerah pintu sangkar untuk memudahkan kita mengganti makanan dan minuman burung, sambil mengajari burung belajar makan voer. Dibuat seperti ini akan menenangkan burung dan membuat burung merasa aman dan tidak takut lagi terhadap lingkungan yang asing serta terhadap kehadiran manusia.
    Letakkan di tempat yang terang, dan gantung jangan terlalu tinggi, kira-kira sebatas kepala, dan usahakan digantung di tempat yang sering dilalui manusia.
    Biarkan seperti ini selama seminggu, dan burung jangan dimandikan. Setelah satu minggu. Letakkan bak kecil (cepuk) di dalam sangkar, sekedar persiapan kalau-kalau si burung merasa gerah maka burung akan mandi di bak kecil dengan sendirinya. Lakukan ini selama seminggu.
    Setelah seminggu kemudian, maka perlahan koran penutup sangkar dilepas bagian sisi kiri nya, agar burung belajar mengenal lingkungannya dari sebelah kiri.
    Seminggu kemudian giliran koran di sebelah kanannya dilepas agar burung belajar mengenal lingkungan sebelah kanannya.
    Seminggu kemudian lagi, lepaskan koran bagian belakang dan depan, si burung akan lebih tenang, tetapi masih tetap liar, hanya saja rasa takutnya terhadap manusia dan lingkungannya akan berkurang.
    Biarkan dalam kondisi seperti ini selama seminggu atau 2 minggu.
    Setelah 2 minggu, masukkan burung ke keramba mandi burung, biarkan selama beberapa menit sampai si burung mau mandi. Apabila burung mau mandi dengan menceburkan dirinya ke dalam air, lakukan ini 2 kali sehari, pagi hari sekitar jam 7.00 dan sore pada jam 16.00, lalu malam hari keluarkan burung dan semprot pakai air hangat-hangat kuku, setelah itu cukup diangin-anginkan selama setengah jam, dan masukkan kembali ke dalam rumah, tidak usah dikerodong.
    Lakukan ini terus, apabila burung bermental bagus, dan tidak mengalami trauma sewaktu burung ini ditangkap, maka dalam waktu 1 - 2 bulan burung akan lebih tenang dan terbiasa melihat kehadiran manusia.

  Cara 2    
  • Masukkan burung ke dalam sangkar yang jerujinya sangat rapat, setelah itu tempelkan kandang burung di paku pada dinding rumah, kira-kira setinggi sejengkal di atas kepala kita. Beri makan dan minum, tanpa menurunkan sangkar burung, pakailah kursi untuk menjangkau pintu sangkar untuk mengganti makan dan minum burung.
    Cara ini memakan waktu yang lebih lama, tetapi lebih praktis, apabila kita memiliki kesibukan lain di luar rumah. Mandikan burung cukup sekali seminggu ke dalam keramba, lalu jemur sebentar dan tempelkan kembali burung di paku pada dinding rumah.
    Apabila burung bermental bagus dan tidak ada trauma ketika burung ini ditangkap di hutan, maka dalam waktu 2 -3 bulan, burung akan terbiasa melihat kehadiran manusia.

  Cara 3    
  • katanya ... ajari dulu burung makan voer, mungkin kira-kira 1 minggu setelah diajari makan voer, maka burung akan terbiasa makan voer. Gantung di teras rumah, jangan di tempat yang terlalu ramai. Setelah burung terbiasa makan voer, setiap pagi jam 6.00, keluarkan voernya dari sangkar burung dan jangan beri makan dari pagi sampai siang kira-kira jam 1.00 siang. Setelah itu berikan jangkrik 2 ekor. Setelah jangkrik 2 ekor tadi dimakan burung, barulah masukkan kembali voer ke dalam sangkar burung. Besoknya lakukan lagi seperti itu, dilanjutkan keesokan harinya lagi, dan seterusnya.
    Cara seperti ini kadang berhasil dalam waktu singkat, tetapi kadang bisa memakan waktu yang agak lama juga. Tapi patut dicoba juga yaa ...

  Cara 4    
  • ada usul dan saran ? ....
    kalau ada silahkan bantu tambahkan yaa.. di kotak komentar di bawah, mungkin lebih manjur dan sangat membantu bagi penggemar kacer.
    trims .... salam kicau


sumber foto:
  • kaskus.us
Kacer
senang bertengger di ranting pohon
Kisah sedih dari si Magpie Robin alias Kacer, yang populasinya telah punah di Singapore.

Kacer dulunya memiliki wilayah hidup yang luas dan secara umum juga hidup di Singapore, tersebar di seluruh pulau, dan hidup bebas. Tapi kini mereka telah terhapuskan di Singapore. Dalam beberapa tahun sebelum ini, kacer dinyatakan telah punah. Tetapi, akhir-akhir ini, ditemukan beberapa ekor kacer yang beterbangan di suatu wilayah di Singapore, tepatnya di Sungei Buloh Nature Park. yang mana wilayah ini menjadi benteng terakhir untuk populasi kacer yang menyenangkan, walaupun kehidupannya tetap rentan, akibat perburuan liar.

Kacer memiliki variasi makanan buah-buahan, tetapi lebih memilih untuk makan serangga dan cacing. Mereka mencari makan di pohon-pohon maupun di tanah, di mana mereka melompat dengan ekornya terangkat.

Kacer lebih memilih daerah terbuka seperti hutan bakau, taman, daerah budidaya. Mereka jarang ditemukan di dalam hutan.

Kacer sebagai burung berkicau, memiliki kemampuan berkicau yang bervariasi menyenangkan dan mampu meniru panggilan dari burung lainnya. Mereka gesit dan sangat lincah. Mereka mudah dikenali karena mereka tidak malu-malu bernyanyi dan bertengger di dahan pohon.

Biasanya Kacer berkembang biak pada pada bulan Januari sampai Juni. Jantan dan betina suka bernyanyi di pagi hari dan sore hari, tetapi di saat merasa senang burung ini akan bernyanyi sepanjang hari, dengan diikuti ekor yang bergerak naik turun serta membuka lebar selaras dengan kicauan. Mereka bisa menjadi sangat teritorial selama berkembang biak. Mereka membangun sarang mereka hampir di mana saja dari semak-semak tebal, di garpu cabang pohon kecil, telapak tangan (di dasar daun palem), pohon berlubang dan bahkan dekat tempat tinggal manusia: di bawah beranda, di sebuah lubang di dinding, di sebuah kaleng tua bisa, dan juga di kandang peliharaan. Sarang biasanya dibangun rendah. Sarang mereka besar, tidak teratur, berbentuk cangkir dangkal longgar yang terbuat dari daun rumput atau kering, ranting, lumut dan akar. Sarang dilapisi dengan serat atau rumput. 3-5 telur diletakkan, biru pucat atau kehijauan dengan bintik-bintik coklat atau ungu.

Kacer tidak memiliki kebiasaan bermigrasi, tetapi dari survei beberapa peneliti burung, bahwa kacer ternyata populasi kacer tersebar hampir di seluruh Asia, temasuk di India, China, Taiwan sampai ke Asia Tenggara, Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Kacer pernah hidup dengan bebas dan sering dijumpai terbang bebas di Singapore pada tahun 1920-an. Tragisnya pada tahun 1970-an, populasi kacer di Singapore menyusut dengan pesat dan hampir punah, hanya tinggal belasan ekor dan hanya ditemukan pada beberapa pulau-pulau lepas pantai. Hal ini disebabkan terutama oleh perburuan illegal untuk kompetisi burung, perdagangan burung termasuk keluarga Jalak (Mynas, Acridotheres spp.) Dan hilangnya habitat yang disukai mereka: bakau dan daerah pedesaan. Pada tahun 1980-an, burung kacer di Singapore dipindahkan ke hutan lindung. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang penderitaan Kacer itu, sedikit membantu pertumbuhan Kacer di Singapore. Di Semenanjung Malaysia dan Indonesia, kacer masih umum dan tidak dilindungi oleh hukum, walau mereka terus terjebak pada perburuan liar.

source:
  • naturia.per.sg
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!